Lompat ke isi

Alkitab/Seri video animasi/Para Pembebas

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Para Pembebas
oleh Jim Padgett
Film animasi kisah Gideon membebaskan bangsa Israel dari tangan orang Midian menurut Alkitab.
Warna (info)
Dialog
Adegan
Cerita
thumbtime=
Berikut ini adalah transkripsi dari sebuah film. Isi di bawah ini mewakili teks atau dialog lisan yang ditranskripsikan langsung dari video film yang disediakan di atas. Pada ukuran layar tertentu, setiap baris diwakili oleh stempel waktu di sebelahnya yang menunjukkan kapan teks tersebut muncul di video. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Help:Film.


Para Pembebas

Setelah Yosua meninggal,

orang Israel tidak menaati Allah dan tidak

mengusir sisa orang Kanaan dan

tidak mematuhi hukum-hukum Allah.

Orang-orang Israel mulai menyembah

dewa-dewa Kanaan, bukannya menyembah

Satu-satunya Allah yang benar.

Bangsa Israel tidak memiliki raja

sehingga semua orang melakukan apa yang

mereka pikir tepat untuk mereka.

Karena ketidaktaatan ini,

Allah menghukum bangsa Israel dengan

membiarkan mereka dikalahkan oleh

musuh-musuh mereka.

Musuh ini mencuri dari orang Israel,

menghancurkan harta benda mereka,

dan membunuh banyak dari mereka.

Setelah bertahun-tahun,

orang Israel bertobat dan

meminta Allah untuk menyelamatkan mereka.

Kemudian Allah memberikan pembebas

yang menyelamatkan mereka dari musuh-musuh

mereka dan membawa perdamaian

atas negeri itu.

Tetapi kemudian, orang-orang lupa

tentang Allah

dan mulai menyembah berhala lagi.

Jadi, Allah membiarkan orang Midian,

suku yang memusuhi orang Israel

yang tinggal berdekatan dengan mereka,

untuk mengalahkan mereka.

Mereka mengambil semua hasil panen

orang Israel selama tujuh tahun.

orang Israel selama tujuh tahun.

mereka bersembunyi di gua-gua

supaya orang Midian tidak menemukan mereka.

Akhirnya, mereka berseru kepada Allah

untuk menyelamatkan mereka.

Suatu hari,

seorang pria bernama Gideon memanen gandum

secara diam-diam sehingga orang Midian

tidak akan mencurinya.

Malaikat Allah datang kepada Gideon

dan berkata,

"Allah menyertaimu, prajurit yang perkasa.

Pergi dan selamatkanlah orang Israel

dari orang-orang Midian."

Allah menyuruh Gideon untuk merobohkan

patung berhala ayahnya.

Gideon takut kepada orang-orang,

jadi dia menunggu sampai malam hari.

Kemudian, dia merobohkan patung berhala itu

dan menghancurkannya berkeping-keping.

Ia mendirikan mezbah bagi Allah

di tempat di mana berhala itu sebelumnya

berada dan mempersembahkan kurban

kepada Allah.

Keesokan paginya, orang-orang melihat bahwa

berhala itu sudah dirobohkan,

dan mereka sangat marah.

Mereka pergi ke rumah Gideon

untuk membunuhnya,

tetapi ayah Gideon berkata,

"Mengapa kamu mencoba untuk membantu

dewa-dewamu? Jika mereka dewa,

biarkan mereka melindungi

diri mereka sendiri!"

Jadi, selamatlah Gideon.

Kemudian, orang Midian datang lagi

untuk mencuri dari orang Israel.

Jumlah mereka banyak sekali

sehingga tidak bisa dihitung.

Gideon mengumpulkan orang Israel

untuk melawan mereka.

Gideon meminta dua tanda kepada Allah

supaya dia bisa yakin bahwa Allah akan

memakai dia untuk menyelamatkan Israel.

Pertama, ia meletakkan kain di tanah dan

meminta Allah untuk membiarkan embun pagi

jatuh pada kain itu saja,

tetapi tidak di tanah di sekitarnya.

Allah melakukan hal itu.

Malam berikutnya, dia meminta agar tanah di

sekitarnya menjadi basah,

tapi kain itu kering.

Allah melakukan hal itu juga.

Tiga puluh dua ribu tentara Israel datang

kepada Gideon, tetapi Allah mengatakan

kepadanya itu terlalu banyak.

kepadanya itu terlalu banyak.

yang terlalu takut untuk bertempur.

Allah mengatakan kepada Gideon bahwa ia

masih memiliki terlalu banyak pria.

Jadi, Gideon mengirim mereka semua pulang

kecuali tiga ratus tentara.

Malam itu Allah mengatakan kepada Gideon,

"Pergilah ke perkemahan orang Midian,

dan ketika engkau mendengar apa yang mereka

katakan, engkau tidak akan lagi takut."

Jadi, malam itu, Gideon pergi ke perkemahan

orang Midian dan mendengar seorang prajurit

Midian memberi tahu temannya tentang mimpi.

Teman prajurit itu berkata,

"Mimpi ini berarti bahwa Gideon

akan mengalahkan Midian!"

Gideon pun kemudian menyembah Allah.

Kemudian, Gideon kembali kepada tentara

dan memberi mereka masing-masing

sebuah terompet, tempayan tanah liat,

dan obor.

Mereka mengepung tempat

di mana orang Midian sedang tidur.

Tiga ratus laki-laki membawa obor di dalam

tempayan sehingga tidak bisa dilihat.

Kemudian, secara serempak mereka semua

memecahkan tempayan-tempayan yang

menyembunyikan obor-obor itu.

Mereka meniup terompet mereka

dan berteriak,

"Pedang demi Allah dan demi Gideon!"

Allah membuat orang Midian bingung

sehingga mereka saling menyerang

dan mulai saling membunuh.

Segera, orang-orang Israel yang lain

dipanggil dari rumah mereka untuk datang

membantu mengejar orang Midian.

Mereka membunuh banyak orang Midian dan

mengejar sisanya keluar dari tanah mereka.

Seratus dua puluh ribu orang Midian

tewas hari itu.

Allah telah menyelamatkan Israel.

Orang-orang ingin menjadikan

Gideon raja mereka.

Gideon dengan bijak menolak tawaran mereka,

tapi dia meminta sebagian uang yang masing-

masing mereka telah ambil dari musuh.

Gideon menerima banyak uang.

Kemudian, Gideon melakukan hal yang bodoh.

Dia membuat patung berhala dengan uang itu,

dan orang-orang itu

berpaling dari Allah lagi.

Mereka mulai menyembah berhala Gideon.

Allah menghukum Israel lagi

karena menyembah berhala.

Musuh-musuh mereka mengalahkan mereka.

Mereka akhirnya meminta bantuan Allah,

dan Allah mengutus mereka pembebas lain.

Pola dosa, hukuman, pertobatan,

dan pembebasan diulang berkali-kali.

Allah mengutus banyak pembebas

Allah mengutus banyak pembebas

dari musuh-musuh mereka.

Akhirnya, orang-orang meminta seorang raja

kepada Allah,

seperti yang dimiliki bangsa-bangsa lain.

Mereka ingin seorang raja yang tinggi,

kuat, dan bisa membawa mereka

ke dalam pertempuran.

Allah tidak menyukai permintaan ini,

tetapi Dia memberi mereka

apa yang mereka inginkan.