Universitas Gadjah Mada
| Universitas Gadjah Mada | |
|---|---|
ꦈꦤꦶꦮ꦳ꦼꦂꦱꦶꦠꦱ꧀ꦒꦗꦃꦩꦣ
| |
Lambang universitas | |
| Moto | Mengakar Kuat, Menjulang Tinggi |
Moto dalam bahasa Inggris | Locally Rooted, Globally Respected |
| Jenis | Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum |
| Didirikan | 19 Desember 1949 |
Lembaga induk | Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia |
| Rektor | Ova Emilia |
Staf akademik | 2.707 (2020)[1] |
| Jumlah mahasiswa | 56.110 (2020)[1] |
| Sarjana | 33.133 (2016) |
| Magister | 15.637 (2016) |
| Doktor | 2.693 (2018)[1] |
| Lokasi | , , Indonesia 7°46′17″S 110°22′39″E / 7.7713847°S 110.3774998°E |
| Kampus | Urban, 357 ha |
| Warna | Khaki Muda |
| Afiliasi | Terakreditasi AACSB, CHEA, WFME, RSC, ABET, IChemE, ASIIN, KAAB, AUN, IABEE, ASAIHL, FUIW,[2] ASEA-UNINET,[3] Universitas 21 |
| Situs web | www |
Universitas Gadjah Mada (disingkat UGM) (bahasa Jawa: ꦈꦤꦶꦮ꦳ꦼꦂꦱꦶꦠꦱ꧀ꦒꦗꦃꦩꦣ) adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang terletak di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Didirikan secara resmi pada 19 Desember 1949[4][5], Universitas Gadjah Mada merupakan salah satu perguruan tinggi tertua dan terbesar di negara ini,[6][7] dan telah diakui sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia. Dalam Peringkat universitas dunia QS 2026, UGM berada di peringkat ke-2 di Indonesia dan ke-224 di dunia.[8][9]
Pada saat didirikan, Universitas Gadjah Mada hanya memiliki enam fakultas.[10] Pada saat ini, UGM telah memiliki 18 fakultas dan dua sekolah, yaitu Sekolah Vokasi dan Sekolah Pascasarjana.[10] Fakultas-fakultas yang ada di UGM dibagi lagi menjadi departemen-departemen, yang membawahkan program-program studi. Program-program studi yang ada di UGM meliputi program sarjana, magister, doktor, dan spesialis.
Universitas Gadjah Mada juga dikenal sebagai salah satu dari tiga perguruan tinggi terbaik di Indonesia bersama Universitas Indonesia di Jakarta dan Institut Teknologi Bandung di Bandung. UGM berlokasi di Yogyakarta khususnya berkedudukan di bagian selatan Kabupaten Sleman, terletak di sebuah kawasan yang dikenal dengan nama Bulaksumur, yang secara administratif membentang dari Sinduadi, Mlati hingga Caturtunggal, Depok.
Sejarah
Pembentukan

Ditilik dari sejarahnya, Universitas Gadjah Mada merupakan penggabungan dan pendirian kembali dari berbagai balai pendidikan, sekolah tinggi, perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta, Klaten, dan Surakarta.[11][12]
Nama Gadjah Mada berawal dari dibentuknya Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada yang terdiri dari Fakultas Hukum dan Fakultas Kesusasteraan. Pendirian diumumkan di Gedung KNI Malioboro pada tanggal 3 Maret 1946 yang dipromotori oleh Mr. R. S. Budhyarto Martoatmodjo, Ir. Marsito, Prof. Dr. Prijono, Mr. Soenario dengan pengurus yaitu Dr. Soleiman, dr. Boentaran Martoatmodjo, Dr. Soeharto, B.P.H. Bintoro, Prof. H. Farid Ma’ruf, Mr. Mangunjudo, K.P.H. Nototaruno, dan Prof. Ir. Rooseno.[11][13]
Sejak 4 Januari 1946, Soekarno dan Hatta memindahkan ibu kota Republik Indonesia ke Yogyakarta. Dengan maraknya pertempuran antara pejuang kemerdekaan dan Sekutu serta NICA di Jakarta dan Bandung, maka Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung ikut pindah ke Yogyakarta. Pada tanggal 17 Februari 1946,[14] Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung dihidupkan kembali di Yogyakarta dengan para pengajarnya antara lain Prof. Ir. Rooseno dan Prof. Ir. Wreksodhiningrat.[11][13]

Lembaga pendidikan lain yang berdiri pada waktu yang hampir bersamaan adalah Perguruan Tinggi Kedokteran (berdiri 5 Maret 1946), Sekolah Tinggi Kedokteran Hewan (berdiri 20 September 1946), Sekolah Tinggi Farmasi (berdiri 27 September 1946), dan Perguruan Tinggi Pertanian (berdiri 27 September 1946) yang berada di Klaten.[11]
Institut Pasteur di Bandung sejak 1 September 1945, turut pula dipindahkan ke Klaten dengan laboratorium di Rumah Sakit Tegalyoso. Salah seorang yang berperan dalam pemindahan ini adalah Prof. Dr. M. Sardjito [11][15] yang kelak menjadi Rektor Universitas Gadjah Mada yang pertama. Kehidupan kampus di Klaten semakin ramai dengan berdirinya Fakultas Kedokteran Gigi pada awal 1948.[11]

Pada awal Mei 1948, Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan mendirikan Akademi Ilmu Politik di Yogyakarta atas usul Kementerian Dalam Negeri untuk mendidik calon-calon pegawai Departemen Dalam Negeri, Departemen Luar Negeri dan Departemen Penerangan.[11] Akademi ini awalnya dipimpin oleh Prof. Djokosoetono, S.H. Sayangnya akademi ini tidak berumur panjang, setelah pemberontakan PKI Madiun meletus, September 1948, akademi ini ditinggalkan para mahasiswanya yang ikut menumpas pemberontakan sehingga akademi ini ditutup.[11]
Selanjutnya pada 1 November 1948 didirikan Balai Pendidikan Ahli Hukum di Surakarta, sebagai hasil kerja sama Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan dengan Kementerian Kehakiman. Bersamaan dengan itu Panitia Pendirian Perguruan Tinggi Swasta di Surakarta, yaitu Drs. Notonagoro, S.H., Koesoemadi, S.H. dan Hardjono, S.H. di Surakarta merencanakan mendirikan Sekolah Tinggi Hukum Negeri.[11] Demi efisiensi, Panitia mengusulkan penggabungan Balai Pendidikan Ahli Hukum ke dalam Sekolah Tinggi Hukum Negeri yang akhirnya disetujui dan disahkan oleh Peraturan Pemerintah No. 73 Tahun 1948.
Serangan Belanda ke ibu kota Republik Indonesia di Yogyakarta dalam rangka Agresi Militer Belanda II melumpuhkan semua kegiatan belajar mengajar di Yogyakarta, Klaten dan Surakarta dan semua perguruan tinggi tersebut terpaksa ditutup dan para mahasiswa ikut berjuang[16].
Setelah serangan Belanda, wilayah Republik Indonesia menjadi semakin sempit. Pada tanggal 20 Mei 1949, diadakan rapat Panitia Perguruan Tinggi, di Pendopo Kepatihan Yogyakarta yang dipimpin oleh Prof. Dr. Soetopo, dengan anggota rapat antara lain, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Prof. Dr. M. Sardjito, Prof. Dr. Prijono, Prof. Ir. Wreksodhiningrat, Prof. Ir. Harjono, Prof. Sugardo dan Slamet Soetikno, S.H. Salah satu hasil rapat adalah pendirian perguruan kembali di wilayah republik yang masih tersisa, yaitu Yogyakarta. Disepakati Prof. Ir. Wreksodiningrat, Prof. Dr. Prijono, Prof. Ir. Harjono, dan Prof. Dr. M. Sardjito akan berusaha keras mewujudkannya. Kesulitan utama saat itu adalah tidak adanya ruangan untuk kuliah. Namun Sri Sultan Hamengkubuwono IX bersedia meminjamkan ruangan keraton dan beberapa gedung di sekitarnya.[11]

Tanggal 1 November 1949, di Kompleks Peguruan Tinggi Kadipaten, Yogyakarta, berdiri kembali Fakultas Kedokteran Gigi dan Farmasi, Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran. Pembukaan ketiga fakultas ini dihadiri oleh Presiden Soekarno.[11] Pada upacara pembukaan diadakan sebuah renungan bagi para dosen dan mahasiswa yang telah gugur dalam peperangan melawan Belanda, yaitu Prof. Dr. Abdulrahman Saleh, Ir. Notokoesoemo, Roewito, Asmono, Hardjito dan Wurjanto.[11]
Tanggal 2 November 1949, Fakultas Teknik, Akademi Ilmu Politik serta Fakultas Hukum dan Fakultas Kesusasteraan yang berada di bawah naungan Yayasan Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada ikut diresmikan.[11]
Tanggal 3 Desember 1949 dibuka Fakultas Hukum di Yogyakarta dengan pimpinan Prof. Drs. Notonagoro, S.H.[11] Fakultas ini merupakan pindahan Sekolah Tinggi Hukum Negeri Solo.
Akhirnya tanggal 19 Desember 1949, lahirlah Universitas Gadjah Mada dengan enam fakultas. Menurut Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 1949, keenam fakultas tersebut adalah:[11]
- Fakultas Teknik (di dalamnya termasuk Akademi Ilmu Ukur dan Akademi Pendidikan Guru Bagian Ilmu Alam dan Ilmu Pasti);
- Fakultas Kedokteran, yang di dalamnya termasuk bagian Farmasi, bagian Kedokteran Gigi dan Akademi Pendidikan Guru bagian Kimia dan limu Hayat;
- Fakultas Pertanian di dalamya ada Akademi Pertanian dan Kehutanan;
- Fakultas Kedokteran Hewan;
- Fakultas Hukum, yang di dalamnya termasuk Akademi Keahlian Hukum, Keahlian Ekonomi dan Notariat, Akademi Ilmu Politik dan Akademi Pendidikan Guru Bagian Tatanegara, Ekonomi dan Sosiologi;
- Fakultas Sastra dan Filsafat, yang di dalamnya termasuk Akademi Pendidikan Guru bagian Sastra.
Sebagai Rektor yang pertama (Presiden) ditetapkan Prof. Dr. M. Sardjito. Pada saat yang sama juga ditetapkan Senat UGM dan Dewan Kurator UGM.[11] Dewan Kurator UGM terdiri dari Ketua Kehormatan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, dan Ketua adalah Sri Paku Alam VIII, seorang wakil ketua dan anggota.[11]
- Dies Natalis UGM (1950-1951)
- UGM menganugerahi Gelar Doktor Honoris Causa Hukum kepada Presiden Soekarno (1951)
- Prof. Dr. Sardjito berdiskusi dengan Prof. Harry R. Wellman (Pimpinan University of California) (1960)
Perkembangan
Tahun 1952 Fakultas Hukum, Sosial dan Politik ditambah dengan bagian ekonomi sehingga menjadi Fakultas Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik HESP).[11] Pada bulan September 1952 Fakultas Pertanian ditambah dengan Bagian Kehutanan, sehingga menjadi Fakultas Pertanian dan Kehutanan.[11]
Sejak September 1955, beberapa fakultas dimekarkan menjadi fakultas-fakultas baru, antara lain:[11]
- Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Farmasi menjadi Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi dan Fakultas Farmasi.
- Bagian Bakaloreat Biologi Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Farmasi menjadi Fakultas Biologi.
- Fakultas Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik dipecah menjadi tiga fakultas, yaitu: Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Sosial dan Politik.
- Fakultas Sastra, Pedagogik dan Filsafat dipecah menjadi tiga fakultas, yaitu: Fakultas Sastra dan Kebudayaan, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Fakultas Filsafat.
- Tingkat pengajaran Bakaloreat Ilmu Pasti dan Bakaloreat Ilmu Alam pada Bagian Sipil Fakultas Teknik dijadikan Fakultas Ilmu Pasti dan Alam.
- Fakultas Ilmu Pendidikan mempunyai dua bagian yaitu Bagian Pendidikan dan Bagian Pendidikan Jasmani.
- Fakultas Kedokteran Hewan diuubah namanya menjadi Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan.
Pada tahun 1960 Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi dipisahkan menjadi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan serta Fakultas Kedokteran Gigi.[11]
Pada tahun 1962 Bagian Pendidikan Jasmani dari Fakultas Ilmu Pendidikan ditingkatkan menjadi Fakultas Pendidikan Jasmani.[12] Fakultas ini diserahkan pada Departemen Olah Raga pada tahun 1963 dan menjadi Sekolah Tinggi Olah Raga (STO).[11][12] Hingga akhir tahun 1963 Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) atau lebih dikenal Fakultas Pedagogik telah meluluskan 43 Sarjana dan 136 Sarjana Muda, sedangkan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) telah meluluskan 20 Sarjana. Pada tanggal 20 Mei 1964 FIP dan FKIP UGM diserahterimakan kepada Insitut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) atau sekarang yang dikenal dengan UNY dalam upacara khusus.[12]
Untuk memberikan pendidikan umum yang kuat bagi semua Fakultas, didirikan pula Fakultas Umum, dan digabungkan dengan Fakultas Filsafat menjadi Gabungan Fakultas Umum dan Fakultas Filsafat. Pada tahun 1961 Fakultas Filsafat dibubarkan dan pada tahun 1962 Fakultas Umum juga dibubarkan.[11] Sebagai penggantinya tahun 1963 didirikan Biro Penyelenggara Kuliah-Kuliah khusus untuk melaksanakan tugas yang semula menjadi tugas gabungan Fakultas Umum dan Fakultas Filsafat. Namun pada tanggal 18 Agustus 1967 Fakultas Filsafat didirikan kembali dan pada tahun 1969 Biro Penyelenggara Kuliah-Kuliah khusus dimasukkan dalam Fakultas Filsafat sebagai Biro Penyelenggara Kuliah-Kuliah Agama.[11]
Pada tahun 1963 Bagian Kehutanan Fakultas Pertanian ditingkatkan menjadi Fakultas Kehutanan, seksi teknologi dan seksi kultur teknik menjadi Fakultas Teknologi Pertanian.[11] Pada tahun itu pula Jurusan Geografi pada Fakultas Sastra dan Kebudayaan ditingkatkan menjadi Fakultas Geografi.[11]
Jurusan Psikologi pada FIP menjadi Bagian Psikologi yang kemudian pada tanggal 8 Januari 1965 menjadi Fakultas Psikologi.[11]
Pada tahun 1969 Fakultas yang ke-18 lahir yaitu Fakultas Peternakan yang merupakan peningkatan Bagian Peternakan Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan.[11]
Semenjak tahun 1985 Universitas Gadjah Mada memiliki 18 Fakultas Program Sarjana,[11] dua Fakultas Program Diploma (Fakultas Non Gelar Ekonomi dan Fakultas Non Gelar Teknologi) dan satu Fakultas Pascasarjana (Magister dan Doktor). Pada awal tahun 1992 terjadi penyederhanaan jumlah fakultas, Fakultas Pascasarjana diubah menjadi Program Pascasarjana, sedangkan Fakultas Non Gelar Ekonomi diintegrasikan ke Fakultas Ekonomi dan Fakultas Non Gelar Teknologi diintegrasikan ke Fakultas Teknik.[10]
Pimpinan
Berikut adalah pimpinan di Universitas Gadjah Mada yang sedang menjabat:
- Rektor : Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D.
- Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran : Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA.
- Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni : Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si.
- Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha dan Kerja Sama : Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc.
- Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan : Prof. Dr. Supriyadi, M.Sc.
- Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi : Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D.
Fakultas
Berikut ini adalah fakultas-fakultas dan jurusan-jurusan yang ada di UGM. Jurusan adalah level terendah dari struktur organisasi. Di bawah jurusan, terdapat program-program studi dalam berbagai jenjang.
| Fakultas | Tanggal Pendirian[11] | Departemen/Jurusan/Konsentrasi/Program Studi | Program | Lokasi |
|---|---|---|---|---|
| Fakultas Biologi | 19 September 1955 | Mikrobiologi, Zoologi, Botani, Biokimia, Bioteknologi, Ekologi, Entomologi, Genetika & Pemuliaan | Sarjana, Magister dan Doktoral | Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara, Yogyakarta, 55281 |
| Fakultas Ekonomika dan Bisnis | 19 September 1955 | Ilmu Ekonomi, Manajemen, Akuntansi | Sarjana, Magister, Doktoral, Profesi, Bersertifikat dan Musim Panas (Summer Course) | Yogyakarta : Jalan Sosio Humaniora No.1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
Jakarta : Jalan Dr. Saharjo No.83, RT.13/RW.8, Manggarai, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12850 |
| Fakultas Farmasi | 19 September 1955 | Bio Farmasi, Farmasetika, Kimia Farmasi, Farmakologi & Farmasi Klinik | Sarjana, Magister, Doktoral, Profesi dan Musim Panas (Summer Course) | Sekip Utara, Bulaksumur, Yogyakarta 55281 |
| Fakultas Filsafat | 18 Agustus 1967 | Filsafat Agama, Filsafat Timur, Filsafat Barat | Sarjana, Magister dan Doktoral | Jalan Olahraga, Bulaksumur, Yogyakarta 55281 |
| Fakultas Geografi | 1 September 1963 | Geografi & Ilmu Lingkungan, Kartografi & Pengindraan Jauh, Pembangunan Wilayah | Sarjana, Magister dan Doktoral | Sekip Utara, Bulaksumur, Yogyakarta 55281 |
| Fakultas Hukum | 19 Desember 1949 | Hukum Pidana, Hukum Perdata, Hukum Tata Negara, Hukum Internasional, Perpajakan, Hukum Lingkungan, Hukum Humaniter, Hukum Diplomatik, Hak atas Kekayaan Intelektual, Hukum Agraria, Praktek Acara Peradilan, Konstitusi, Perancangan Peraturan Perundang-undangan, Hukum Adat, Hukum Pemerintahan & Otonomi Daerah, Hukum Kepegawaian dan Hubungan Industrial, Hukum Islam, Hukum Ekonomi & Perbankan, Hukum Pelayanan Kesehatan, Hak Asasi Manusia | Sarjana, Profesi, Magister, Doktoral dan International Undergraduate | Yogyakarta : Jalan Sosio Yustisia No 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
Jakarta : Jalan Dr. Saharjo No.83, RT.13/RW.8, Manggarai, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12850 |
| Fakultas Ilmu Budaya | 23 Januari 1951 | Pariwisata, Antropologi, Arkeologi, Ilmu Sejarah, Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Jepang, Bahasa dan Kebudayaan Korea, Sastra Jawa, Sastra Perancis, Sastra Arab | Sarjana, Magister dan Doktoral | Jalan Nusantara 1, Bulaksumur Yogyakarta 55281 |
| Fakultas Ilmu Sosial dan Politik | 19 September 1955 | Politik & Pemerintahan, Ilmu Hubungan Internasional, Manajemen dan Kebijakan Publik, Ilmu Komunikasi, Sosiologi, Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan | Sarjana, Magister, Doktoral, International Undergraduate | Jalan Sosio Yustisia No.1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281 |
| Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan | 19 Desember 1949 | Anatomi, Anesteologi & Terapi Intensif, Biokimia, Biostatistik, Epidemiologi & Kesehatan Populasi, Dermatologi & Venerologi, Farmakologi & Terapi, Fisiologi, Gizi Kesehatan, Histologi & Biologi Sel, Ilmu Bedah, Kedokteran Forensik & Medikolegal, Ilmu Kedokteran Jiwa, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Kesehatan Mata, Ilmu Kesehatan THT, Ilmu Penyakit Dalam, Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Kedokteran Keluarga, Komunitas & Bioetika, Keperawatan Anak & Maternitas, Keperawatan Dasar & Emergensi, Keperawatan Jiwa & Komunitas, Keperawatan Medikal Bedah, Mikrobiologi, Neurologi, Obstetri dan Ginekologi, Parasitologi, Patologi Anatomik, Patologi Klinik & Kedokteran Laboratorium, Pendidikan Kedokteran, Perilaku Kesehatan, Lingkungan & Kedokteran Sosial, Radiologi. | Sarjana, Magister, Doktoral, Spesialisasi, Double Degree | Jalan Farmako Sekip Utara, Yogyakarta 55281 |
| Fakultas Kedokteran Gigi | 29 Desember 1960 | Prostodonsia, Radiologi Dentomaksilofasial, Biologi Oral, Ilmu Penyakit Mulut, Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Biomedika Kedokteran Gigi, Biomaterial Kedokteran Gigi, Periodonsia, Ortodonsia, Ilmu Konservasi Gigi, Bedah Mulut & Maksilofasial, Ilmu Kesehatan Gigi Pencegahan dan Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat | Sarjana & Profesi, Magister, Doktoral, Spesialis | Jalan Denta 1, Sekip Utara,Yogyakarta 55281 |
| Fakultas Kedokteran Hewan | 19 Desember 1949 | Anatomi, Biokimia, Farmakologi, Fisiologi, Ilmu Bedah & Radiologi, Ilmu Penyakit Dalam, Kesehatan Masyarakat Vetenier, Mikrobiologi, Parasitologi, Patologi, Patologi Klinik, Reproduksi | Sarjana, Profesi, Magister dan Doktoral | Jalan Fauna No. 2 Karangmalang, Yogyakarta 55281 |
| Fakultas Kehutanan | 17 Agustus 1963 | Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, Teknologi Hasil Hutan, Konservasi Sumberdaya Hutan | Sarjana, Profesi Insinyur, Magister dan Doktoral | Jalan Agro No. 1 Bulaksumur Yogyakarta 55281 |
| Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam | 19 September 1955 | Fisika, Kimia, Matematika, Ilmu Komputer, Elektronika dan Instrumentasi, Geofisika, Statistika, Ilmu Aktuaria | Sarjana, Magister, Doktoral dan International Undergraduate | Sekip Utara Bulaksumur Yogyakarta 55281 |
| Fakultas Pertanian | 19 Desember 1949 | Budidaya Pertanian, Hama dan Penyakit Tumbuhan, Mikrobiologi Pertanian, Ilmu Tanah, Perikanan, Sosial Ekonomi Pertanian | Sarjana, Magister dan Doktoral | Jalan Flora Bulaksumur, Yogyakarta 55281 |
| Fakultas Peternakan | 10 November 1969 | Nutrisi dan Makanan Ternak, Sosial Ekonomi Peternakan, Teknologi Hasil Ternak, Pemuliaan dan Reproduksi Ternak, Produksi Ternak | Sarjana, Magister, Doktoral, Profesi Insinyur dan International Undergraduate | Jalan Fauna No.3 Bulaksumur, Yogyakarta 55281 |
| Fakultas Psikologi | 8 Januari 1965 | Pendidikan, Sosial, Klinis, Perkembangan, Organisasi & Industri | Sarjana, Magister, Doktoral dan International Undergraduate | Jalan Sosio Humaniora Bulaksumur, Yogyakarta 55281 |
| Fakultas Teknik | 19 Desember 1949 | Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota, Teknik Biomedis, Teknik Elektro, Teknologi Informasi, Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Fisika, Teknik Nuklir, Teknik Geologi, Teknik Geodesi, Teknik Sipil, Teknik Infrastruktur Lingkungan | Sarjana, Magister, Doktoral dan Profesi Insinyur | Jalan Grafika No. 2 Kampus UGM, Yogyakarta 55281 |
| Fakultas Teknologi Pertanian | 19 September 1963 | Teknik Pertanian dan Biosistem, Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Teknologi Industri Pertanian | Sarjana, Magister dan Doktoral | Jalan Flora No. 1 Bulaksumur Yogyakarta 55281 |
Sekolah Vokasi (D4)/Sarjana Terapan
Sekolah Vokasi dimulai pada tahun 1976–1977 saat Universitas Gadjah Mada mendirikan Pendidikan Ahli Teknik (PAT) di bawah Fakultas Teknik dan Pendidikan Ahli Administrasi (PAAP) di bawah Fakultas Ekonomi. Dalam perkembangannya, program tersebut berkembang menjadi Sekolah Vokasi pada tahun 2009 dengan sistem kurikulumnya yang mengkombinasikan 60% praktik dan 40% teori. Pada tahun 2019, program Diploma 3 yang dimiliki oleh Sekolah Vokasi ditransformasi menjadi Diploma 4 (Sarjana Terapan).[17]
Adapun saat ini Sekolah Vokasi UGM memiliki 21 program studi, yaitu:
- Akuntansi Sektor Publik
- Bahasa Inggris
- Bisnis Perjalanan Wisata
- Manajemen dan Penilaian Properti
- Manajemen Informasi Kesehatan
- Pembangunan Ekonomi Kewilayahan
- Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi
- Pengelolaan Hutan
- Pengembangan Produk Agroindustri
- Perbankan
- Sistem Informasi Geografis
- Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil
- Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat
- Teknologi Rekayasa Elektro
- Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol
- Teknologi Rekayasa Internet
- Teknologi Rekayasa Mesin
- Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil
- Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak
- Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar
- Teknologi Veteriner
Sekolah Pascasarjana (multidisiplin)
Selain Program Magister dan Doktoral yang ada di tiap fakultas, UGM juga memiliki Sekolah Pascasarjana UGM yang dimulai semenjak tahun 1950 dengan pengelolaan tersendiri setara fakultas. Diawali dengan nama Lembaga Pendidikan Doktor (LPD), kemudian berubah menjadi Fakultas Pascasarjana dan beberapa waktu menjadi Program Pascasarjana (PPs), hingga akhirnya menjadi Sekolah Pascasarjana (SPs). Saat ini Sekolah Pascasarjana memiliki 14 Program Magister dan 11 Program Doktor yang didukung oleh dosen berpengalaman dari lintas disiplin ilmu. Mahasiswa Sekolah Pascasarjana mendapat kesempatan untuk belajar dari 500 dosen yang berasal dari berbagai fakultas di UGM dan 12 dosen internal Sekolah Pascasarjana UGM serta beberapa dosen tamu dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri.[18] Sekolah Pascasarjana menempati gedung yang berlokasi di kawasan Kampus UGM Yogyakarta, tepatnya berada Jalan Teknika Utara, Pogung, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta.
Program Master[18]
- Studi Agama dan Lintas Budaya (ICRS & CRCS)
- Bioetika
- Bioteknologi
- Ilmu Lingkungan
- Studi Budaya dan Media
- Studi Pariwisata
- Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan
- Ketahanan Nasional
- Manajemen Bencana
- Manajemen Pendidikan Tinggi
- Studi Seni Pertunjukan dan Seni Rupa
- Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan
- Studi Kependudukan
- Rekayasa Biomedis
Program Doktor[18]
- Bioteknologi
- Studi Antar Agama (ICRS)
- Ekonomi Islam dan Industri Halal (CRCS)
- Studi Seni Pertunjukan dan Seni Rupa
- Studi Budaya dan Media
- Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan
- Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan
- Studi Pariwisata
- Ilmu Kependudukan
- Ilmu Lingkungan
- Ketahanan Nasional
Program Profesi[19]
- Profesi Akuntan
- Profesi Dokter Hewan
- Profesi Apoteker
- Profesi Dokter
- Profesi Dokter Gigi
- Profesi Ners
- Pendidikan Profesi Arsitek
- Program Profesi Insinyur
- Profesi Insinyur Peternakan
- Pendidikan Profesi Dietisien
- Profesi Insinyur Kehutanan
- pendidikan profesi psikologi
Minat Studi
Program studi di sekolah Pasca Sarjana UGM memiliki beberapa konsentrasi minat studi[20] yaitu :
- Ekonomi Islam
- SIG untuk Perencanaan Spasial, Manajemen Risiko Bencana
- Manajemen Informasi dan Perpustakaan
- Manajemen Lingkungan
- Perdamaian dan Resolusi Konflik
- Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Program Internasional
Saat ini UGM memiliki beberapa program studi yang diajarkan dalam bahasa Inggris dan menerima mahasiswa Internasional. Pada tahun 2019, tercatat ada 2.284 Mahasiswa Internasional di 18 Fakultas UGM.[21] Adapun penerimaan Mahasiswa Internasional pada tahun 2018 yang berasal dari negara - negara Asia mencapai 1.334 orang (58,4%), Eropa 566 orang (24,8%), Australia/Oceania 214 orang (9,4%), Amerika Utara (Amerika Serikat & Kanada) 101 orang (4,4%), Afrika 58 orang (2,5%) dan Amerika Selatan 12 orang (0,5%).[22]
Sarjana
- Akuntansi
- Manajemen
- Ilmu Ekonomi
- Hukum
- Farmasi
- Kedokteran
- Ilmu Komputer
- Psikologi
- Kimia
- Biologi
- Ilmu dan Industri Peternakan
- Ilmu Hubungan Internasional
- Manajemen dan Kebijakan Publik
- Ilmu Komunikasi
Pascasarjana
- Hukum (LLM)
- Manajemen & Bisnis (MBA)
- Ilmu Ekonomi Pembangunan
- Biologi
- Ilmu Kimia
- Ilmu Komputer
- Kedokteran
- Hubungan Internasional
- Manajemen & Kebijakan Publik
- Ilmu Komunikasi
- Filsafat
Anak Usaha
Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2013, melalui Direktorat Pengembangan Usaha, Universitas Gadjah Mada mendirikan PT Gama Multi Usaha Mandiri (Gama Multi). Perusahaan ini berfungsi sebagai perusahaan induk dan investasi yang mengelola dan mengembangkan berbagai unit usaha serta anak-anak perusahaan yang tergabung dalam Gama Multi Group. Perusahaan ini bergerak di berbagai bidang dan bertugas untuk mengembangkan potensi usaha yang ada guna mendukung kemajuan dan keberlanjutan ekonomi kampus. Salah satu unit usaha dari Gama Multi adalah PT Radio Swara Gadjah Mada, yang menaungi radio Swaragama FM dan JogjaFamily FM.
Penerimaan dan Peringkat Universitas
Penerimaan Mahasiswa
Proses penerimaan mahasiswa UGM dilaksanakan melalui beberapa seleksi, di antaranya adalah seleksi Ujian Masuk UGM, SBMPTN, SNMPTN dan seleksi prestasi.[23] Dalam setiap penerimaan mahasiswa baru, UGM memberikan kuota bagi mahasiswa yang berasal dari ekonomi kurang mampu dengan besaran sekitar 27-30% dari total mahasiwa.[24][25]
Peringkat Universitas
| Peringkat / Ranking Universitas Gadjah Mada | |
|---|---|
| Jenis | Tahun 2022 |
| QS Nasional | 1 |
| QS Global | 254 |
| THE Ranking Asia | 401-500 |
| THE Impact Ranking Global (SDGs) | 87 |
| MosIUR Nasional | 1 |
| MosIUR Global | 451-500 |
Tahun 2022, Quacquarelli Symonds (QS) World University Ranking dari Inggris menempatkan UGM pada ranking 1 untuk wilayah Indonesia, adapun secara global/dunia UGM berada pada ranking 254.[26]
Rektor
Rektor UGM adalah Pimpinan Eksekutif tertinggi Universitas Gadjah Mada yang dipilih oleh Senat Universitas dalam suatu sidang Senat[27] beranggotakan para Guru Besar dan wakil tiap Fakultas di lingkungan UGM. Calon-calon yang ada ditetapkan dan dipilih berdasarkan persyaratan yang ditetapkan dan disetujui oleh Majelis Wali Amanat [27] yang merupakan lembaga legislatif UGM setelah UGM resmi menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN).
Sejak berdiri 19 Desember 1949, UGM telah mempunyai 17 orang Rektor. Pimpinan UGM pertama yang menyandang posisi sebagai Presiden Universiteit (sebelum sebutan rektor) adalah Prof. Dr. M. Sardjito (1949-1961) dari Fakultas Kedokteran UGM. Hingga saat ini jumlah rektor terpilih terbanyak berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik serta Fakultas Teknik masing - masing 4 orang, diikuti oleh Fakultas Ekonomi & Bisnis serta Fakultas Kedokteran masing - masing 3 orang, Fakultas Hukum, Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Teknologi Pertanian masing - masing 1 orang.
| Rektor Universitas Gadjah Mada | |
|---|---|
| Rektor | Periode |
|
| |
| Prof. Dr. M. Sardjito | 1949 - 1961 |
| Prof. Dr. Ir. Herman Johannes | 1961 - 1966 |
| drg. M. Nazir Alwi | 1966 - 1967 |
| Drs. Soepojo Padmodipoetro, M.A. | 1967 - 1968 |
| Prof. Dr. Soeroso H. Prawiroharjo, M.A. | 1968 - 1973 |
| Prof. Dr. Sukadji Ranuwihardjo, M.A | 1973 - 1981 |
| Prof. Dr. Teuku Jacob, M.S., D.S. | 1981 - 1986 |
| Prof. Dr. Koesnadi Hardjasoemantri, S.H., LL.M. | 1986 - 1990 |
| Prof. Dr. Ir. Mochamad Adnan, M.Sc. | 1990 - 1994 |
| Prof. Soekanto H Reksohadiprodjo, M.Com., M.A., Ph.D. | 1994 - 1998 |
| Prof. Drs. Ichlasul Amal, M.A, Ph.D. | 1998 - 2002 |
| Prof. Sofian Effendi, M.A., M.P.I.A., Ph.D. | 2002 - 2007 |
| Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D. | 2007 - 2012 |
| Prof. Drs. Pratikno, M.Soc.Sc., Ph.D. | 2012 - 2014 |
| Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D. | 2014 - 2017 |
| Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU., ASEAN.Eng. | 2017 - 2022 |
| Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. | 2022 - Sekarang |
Kehidupan kampus
Organisasi kemahasiswaan
Antara tahun 1975 hingga 1978, kegiatan Mahasiswa UGM dan Mahasiswa Yogyakarta berpusat di sekitar Gelanggang Mahasiswa. Bangunan gelanggang tersebut mulai dibuka pada tanggal 31 Juli 1975 oleh Menteri Dalam Negeri, Amirmachmud.[28] Area ini menjadi pusat pergerakan bagi para aktivis ketika Dewan Mahasiswa UGM dan Dewan Mahasiswa se-Yogyakarta masih berkantor di gedung tersebut. Namun akibat normalisasi kehidupan kampus pada tahun 1978 menjadikan Dewan Mahasiswa dibubarkan.[29] Akhirnya mahasiswa membentuk beberapa organisasi baru sebagai wadah pergerakan dan kreativitasnya.
Organisasi kemahasiswaan UGM dalam tingkat universitas dikenal dengan nama Keluarga Mahasiswa (KM) UGM. Di mana awalnya terdiri atas Badan Kelengkapan KM UGM dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Badan Kelengkapan KM UGM terdiri atas Kongres Mahasiswa UGM (KMU), Senat Mahasiswa UGM (SMU), Badan Eksekutif Mahasiswa UGM (BEMU), Senat Mahasiswa Fakultas (SMF), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).[30]
Bangunan lama Gelanggang Mahasiswa dan Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosumantri telah dibongkar pada pertengahan 2020, saat ini sedang dibangun bangunan baru yang akan menggantikannya. Bangunan lain seperti kafetaria dan pujasera yang terletak di kompleks tersebut, juga dibongkar.[28] Bangunan yang sedang dibangun pada area sebelah barat Jalan Pancasila (Boulevard) ini, akan dikenal sebagai Gelanggang Inovasi dan Kreativitas dengan luas lahan mencapai 49.500 m2 (533.000 sq ft) dan luas tapak bangunan 19.817,50 m2 (213.313,8 sq ft).[31]
Transportasi
UGM menyediakan layanan sepeda kampus yang dapat dipinjamkan sebagai sarana transportasi di dalam kampus. Layanan ini diluncurkan pada tahun 2011.[32] Untuk menggunakan sepeda kampus, pengguna mendatangi salah satu dari 14 stasiun sepeda kampus dengan menunjukkan kartu tanda mahasiswa/kartu pegawai/KTP/SIM pada petugas.[33] Pada tahun 2015, UGM menyediakan bengkel sepeda untuk menggalakkan budaya bersepeda di kampus.[34]
UGM juga menyediakan layanan bus kampus. Uji coba bus kampus pernah dilakukan pada tanggal 8-10 September 2011 dalam rangka PPSMB, dengan dua jalur dan dua unit bus.[35] Pada tanggal 1 April 2022 UGM meluncurkan bus kampus Trans Gadjah Mada; memanfaatkan dua bus listrik sumbangan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, yang didukung oleh Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dan pengusaha Dato Sri Tahir.[36] Per tahun 2022, Trans Gadjah Mada terdiri dari dua jalur yang mengitari bagian luar dan dalam kampus, yakni jalur 1A (berlawanan arah jarum jam) dan 1B (searah jarum jam); masing-masing jalur dilayani satu bus. Layanan ini juga didukung oleh 46 halte di 23 titik berbeda.[37]
Sejumlah jalur dan koridor bus Trans Jogja melewati lingkungan kampus Universitas Gadjah Mada, terutama bagian terluarnya. Hingga tahun 2025 terdapat 16 halte bus Trans Jogja yang tersebar dalam delapan titik di lingkungan kampus, sebagiannya juga merupakan perhentian bus Trans Gadjah Mada (TGM):
Asrama

UGM menyediakan 5 Asrama Putri dan 3 Asrama Putra bagi mahasiswa. Sebagian besar lokasi asrama berada disekitar kampus UGM. Berikut beberapa asrama yang disediakan oleh UGM:[38]
- Asrama Putri Ratnaningsih Kinanti 1, (2 dan 3) berada bersebelahan dengan Magister Manajemen & Gedung Pusat Antar Universitas UGM. Gedung Asrama Ratnaningsih Kinanti 1 terdiri 7 Lantai dengan 580 tempat tidur, sedangkan Gedung Asrama Ratnaningsih Kinanti 2 & 3 terdiri dari 2 lantai dengan 368 tempat tidur.
- Asrama Putri Ratnaningsih Sendowo berada dekat dengan Fakultas Kedokteran Gigi & Fakultas Kedokteran UGM. Gedung Asrama 7 lantai dengan 180 kamar atau 360 tempat tidur.
- Asrama Putri Ratnaningsih Bulaksumur berada di Area Bulaksumur Residence atau dekat dengan Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Peternakan UGM. Memiliki 168 Kamar atau 336 tempat tidur.
- Asrama Putri Ratnaningsih Sagan berada di jalan Kartini No 2 Sagan atau berjarak 650 meter dari Bundaran/Boulevard UGM. Memiliki 89 tempat tidur.
- Asrama Putra Dharmaputra Santren yang berada di Jalan Gambir Karang Asem Baru, Santren, Caturtunggal atau berjarak 650 meter dari Fakultas Kedokteran Hewan & Fakultas Peternakan UGM. Memiliki 184 kamar atau 368 tempat tidur.
- Asrama Putra Dharmaputra Karanggayam yang berada di Jalan Weling Karang No.108 Karanggayam, Caturtunggal. Berjarak sekitar 1,1 kilometer dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Pertanian UGM. Tersedia 259 tempat tidur.
- Asrama Putra Dharmaputra Baciro berada di Jalan Andung Baciro atau bersebelahan dengan Stadion Mandala Krida Yogyakarta dan berjarak sekitar 3-4 kilometer dari Bundaran UGM.
Alumni
KAGAMA (Keluarga Alumni Gadjah Mada)
Gagasan membentuk organisasi persatuan para alumnus UGM timbul tahun 1956. Pada tahun ini mulai terselenggara berbagai pertemuan yang dilakukan alumni dari berbagai fakultas.
Dalam peringatan Dies Natalis UGM tahun 1958, Ir. Suwarno (alm.) didesak Panitia Dies Natalis Dewan Mahasiswa UGM untuk mengambil inisiatif pertama menyelenggarakan musyawarah para alumnus UGM pertama dari berbagai kota tanggal 18 Desember 1958 di Yogyakarta. Dari musyawarah ini lahirlah organisasi "Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada" disingkat KAGAMA.
Pada tanggal 16 November 2024 melalui musyawarah nasional yang dihadiri ribuan peserta, Basuki Hadimuljono terpilih menjadi ketua KAGAMA periode 2024-2029 menggantikan Ganjar Pranowo yang sebelumnya menjadi ketua KAGAMA.[39]
Lihat pula
Referensi
- 1 2 3 "Profil Perguruan Tinggi – Universitas Gadjah Mada" [College Profile – Gadjah Mada University]. Ministry of Research, Technology and Higher Education. 2020. Diarsipkan dari asli tanggal 25 November 2020. Diakses tanggal 3 January 2021.
- ↑ "Federation of the Universities of the Islamic World". www.fuiw.org. Diarsipkan dari asli tanggal 27 February 2005.
- ↑ "Members - ASEA-UNINET". ASEA-UNINET Universities. Diakses tanggal 12 June 2015.
- ↑ https://ugm.ac.id/id/tentang-ugm/1356-sejarah/
- ↑ Media, Kompas Cyber (2021-12-19). "Sejarah Berdirinya Universitas Gadjah Mada 19 Desember 1949 Halaman all - Kompas.com". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-12-03.
- ↑ "Introducing UGM". Universitas Gadjah Mada. 26 March 2017. Diakses tanggal 26 March 2017.
- ↑ "Top Universities in Indonesia". Top Universities. 5 April 2016. Diakses tanggal 26 March 2017.
- ↑ Richter, Max (2012). Musical Worlds in Yogyakarta. Leiden, Netherlands: KITLV Press (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde – Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies). hlm. 160. ISBN 978-90-6718-390-1. Diakses tanggal 26 March 2017.
- ↑ Media, Kompas Cyber (2025-12-01). "10 Universitas Terbaik di Indonesia Berdasar QS World University Rankings 2026, Mana Saja?". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-12-03.
- 1 2 3 "Info Universitas Gadjah Mada". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-04-06. Diakses tanggal 2008-02-24.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Santosa, Heri (2012). "Sejarah Singkat Berdirinya Universitas Gadjah Mada". Khazanah Buletin Kearsipan. 5 (2): 28–39.
- 1 2 3 4 Effendhie, Machmoed (2011). "Sejarah SIngkat Fakultas Ilmu Pendidikan (Pedagogik) Universitas Gadjah Mada, 1955 – 1964". Khazanah Buletin Kearsipan. 4 (2): 30–40.
- 1 2 "Sejarah Singkat Berdirinya Universitas Gadjah Mada – Arsip UGM". Diakses tanggal 2022-09-23.
- ↑ "Sejarah – Fakultas Teknik". web.archive.org. 2022-09-23. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-09-23. Diakses tanggal 2022-09-23.
- ↑ "Sardjito Memimpin Institute Pasteur". Historia - Majalah Sejarah Populer Pertama di Indonesia. 2021-04-15. Diakses tanggal 2022-09-23.
- ↑ https://web.archive.org/web/20230717175800/https://ft.ugm.ac.id/tentang-ft/sejarah/
- ↑ "Sejarah Singkat Sekolah Vokasi UGM – Sekolah Vokasi UGM". Diakses tanggal 2022-09-24.
- 1 2 3 "Tentang Kami - Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada". web.archive.org. 2022-06-23. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-23. Diakses tanggal 2022-09-23.
- ↑ "Program Studi Program Profesi – um.ugm.ac.id" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-09-24.
- ↑ "Prodi - Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada". pasca.ugm.ac.id. Diakses tanggal 2022-09-24.
- ↑ "Gathering untuk mahasiswa internasional UGM".
- ↑ "Admission – Universitas Gadjah Mada" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-09-24.
- ↑ "Ragam Seleksi Sarjana dan Sarjana Terapan – um.ugm.ac.id" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-10-07.
- ↑ "27-persen-mahasiswa-baru-ugm-dari-keluarga-kurang-mampu".
- ↑ "74 persen mahasiswa UGM berasal dari keluarga menengah ke bawah".
- ↑ "Pencapaian perguruan tinggi indonesia dalam top 500 QS world university rankings 2023".
- 1 2 "Proses seleksi bakal calon rektor dan pemilihan calon Rektor UGM segera dimulai".
- 1 2 Kurniawan, Bagus. "Gelanggang Mahasiswa UGM dan Purna Budaya Dirobohkan - Portal Jogja". portaljogja.pikiran-rakyat.com. Diakses tanggal 2022-10-30.
- ↑ "Gelanggang Mahasiswa UGM • Radar Jogja". Radar Jogja. 2022-02-13. Diakses tanggal 2022-10-15.
- ↑ "Kegiatan kemahasiswaan UGM".
- ↑ Liputan6.com (2022-06-22). Deny, Septian (ed.). "Duet Amarta Karya-Waskita Garap Proyek Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM". Liputan6.com. Diakses tanggal 2022-10-30. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ↑ W, Budi. "UGM Resmikan Layanan Sepeda Kampus "UGM Ngepit"". gudegnet. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
- ↑ admin (2 Mei 2011). "Sepeda Kampus". Direktorat Aset Universitas Gadjah Mada. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
- ↑ Sotyati (6 Januari 2015). "UGM Sediakan Layanan Sepeda di Lingkungan Kampus". Satu Harapan. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
- ↑ Ika (9 September 2022). "UGM Uji Coba Operasikan Bus Kampus". Universitas Gadjah Mada. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
- ↑ Gusti (1 April 2022). "Rektor UGM Luncurkan Layanan Bus Trans Gadjah Mada". Universitas Gadjah Mada. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
- ↑ aset, direktorat (22 Maret 2022). "Bus Listrik Trans Gajah Mada Sebagai Alternatif Transportasi Masal Yang Ramah Lingkungan". Direktorat Aset Universitas Gadjah Mada. Diakses tanggal 1 Oktober 2022.
- ↑ "UGM Residence – a Student Housing Unit". Diakses tanggal 2022-11-12.
- ↑ "Basuki Hadimuljono Menjadi Ketua Umum Kagama Gantikan Ganjar Pranowo | tempo.co". Tempo. 2024-11-21. Diakses tanggal 2024-11-25.
Pranala luar
- (Indonesia) Situs web resmi Universitas Gadjah Mada
- (Indonesia) Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada Diarsipkan 2008-03-04 di Wayback Machine.
- (Indonesia) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada
- (Indonesia) Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada


