Neotropika

Wilayah Neotropis atau Neotropika adalah salah satu dari delapan wilayah biogreografi yang berada di permukaan tanah Bumi. Secara fisik, ini meliputi wilayah ekologi terestrial tropika dari benua Amerika dan seluruh zona iklim sedang Amerika Selatan.
Definisi
[sunting | sunting sumber]
Dalam biogeografi, kawasan Neotropik merupakan salah satu dari delapan wilayah biogeografi di dunia. Kawasan ini mencakup Amerika Selatan, Amerika Tengah, Kepulauan Karibia, dan bagian selatan Amerika Utara. Di Meksiko, wilayah Semenanjung Yucatán, dataran rendah bagian selatan, sebagian besar garis pantai timur dan barat, hingga ujung selatan Semenanjung Baja California termasuk dalam wilayah Neotropik. Sementara di Amerika Serikat, wilayah Florida Selatan dan wilayah pesisir Florida Tengah juga dikategorikan ke dalam kawasan ini.[2]
Kawasan ini juga mencakup wilayah iklim sedang di Amerika Selatan bagian selatan. Sebaliknya, Kerajaan Floristik Neotropik mengecualikan wilayah paling selatan Amerika Selatan tersebut, yang justru dimasukkan ke dalam Kerajaan Floristik Antartika.
Kawasan Neotropik dibatasi berdasarkan kesamaan pada fauna dan floranya. Fauna dan flora di kawasan ini berbeda dari kawasan Nearktika (yang mencakup sebagian besar Amerika Utara) karena pemisahan yang lama antara kedua benua tersebut. Terbentuknya Tanah Genting Panama yang menghubungkan kedua benua ini sekitar dua hingga tiga juta tahun lalu memicu terjadinya Pertukaran Besar Amerika (Great American Interchange), sebuah peristiwa biogeografi yang sangat penting.
Kawasan Neotropik mencakup lebih banyak hutan hujan tropis (hutan daun lebar lembap tropis dan subtropis) dibandingkan kawasan lainnya di dunia. Wilayah hutan ini membentang dari Meksiko selatan, melewati Amerika Tengah dan Amerika Selatan utara, hingga Brasil selatan, termasuk hutan hujan Amazon yang sangat luas. Ekoregion hutan hujan tersebut merupakan salah satu cadangan keanekaragaman hayati paling penting di Bumi. Selain itu, hutan hujan ini juga menjadi rumah bagi beragam masyarakat pribumi yang, dalam berbagai tingkatan, masih mempertahankan budaya tradisional, otonomi, dan pola hidup subsisten mereka di lingkungan tersebut. Namun, jumlah masyarakat adat yang relatif belum tersentuh pengaruh luar terus menurun secara signifikan, seiring dengan perluasan urbanisasi, pembangunan jalan, peternakan, dan industri kehutanan yang tumbuh hampir eksponensial dan merambah tanah serta lingkungan adat mereka. Meskipun demikian, di tengah kondisi yang kian menyusut ini, "reservoir" keanekaragaman manusia yang luas tersebut masih terus bertahan, walaupun jumlahnya sudah sangat berkurang. Di Amerika Selatan saja, sekitar 350 hingga 400 bahasa dan dialek asli masih hidup (turun dari perkiraan sebanyak 1.500 bahasa pada saat kontak pertama dengan bangsa Eropa), yang terbagi ke dalam sekitar 37 famili bahasa yang berbeda serta sejumlah bahasa isolat dan bahasa yang belum diklasifikasikan. Banyak dari bahasa dan budaya ini kini berada dalam status terancam punah.
Oleh karena itu, konservasi di kawasan Neotropik menjadi isu politik yang hangat dan memicu banyak perdebatan mengenai pembangunan versus hak-hak masyarakat adat serta hak ekologis, sekaligus akses terhadap atau kepemilikan atas sumber daya alam.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Olson, David M.; Dinerstein, Eric; Wikramanayake, Eric D.; Burgess, Neil D.; Powell, George V. N.; Underwood, Emma C.; D'amico, Jennifer A.; Itoua, Illanga; Strand, Holly E. (2001). "Terrestrial Ecoregions of the World: A New Map of Life on Earth". BioScience. 51 (11): 933. doi:10.1641/0006-3568(2001)051[0933:teotwa]2.0.co;2. ISSN 0006-3568.
- ↑ Ojeda, Ricardo A.; Novillo, Agustina (2024). Diversity and Conservation of Neotropical Mammals (dalam bahasa Inggris). Elsevier. hlm. 204–222. doi:10.1016/b978-0-12-822562-2.00150-x. isbn 978-0-323-98434-8. the neotropical region is one of the major biogeographic divisions for both plants and animals on earth. it spans from central mexico and the caribbean islands to southern south america. the neotropical region contains the largest number of mammal species in the new world, and is the region with the largest number of endemic mammal families.. ISBN 978-0-323-98434-8.
Daftar pustaka
[sunting | sunting sumber]- Albert, J. S., and R. E. Reis (2011). Historical Biogeography of Neotropical Freshwater Fishes. University of California Press, Berkeley. 424 pp. ISBN 978-0-520-26868-5
- Bequaert, Joseph C. "An Introductory Study of Polistes in the United States and Canada with Descriptions of Some New North and South American Forms (Hymenoptera; Vespidæ)." Journal of the New York Entomological Society 48.1 (1940): 1-31.
- Cox, C. B.; P. D. Moore (1985). Biogeography: An Ecological and Evolutionary Approach (Fourth Edition). Blackwell Scientific Publications, Oxford.
- Dinerstein, E., Olson, D. Graham, D.J. et al. (1995). A Conservation Assessment of the Terrestrial Ecoregions of Latin America and the Caribbean. World Bank, Washington DC., .
- Olson, D. M., B. Chernoff, G. Burgess, I. Davidson, P. Canevari, E. Dinerstein, G. Castro, V. Morisset, R. Abell, and E. Toledo. 1997. Freshwater biodiversity of Latin America and the Caribbean: a conservation assessment. Draft report. World Wildlife Fund-U.S., Wetlands International, Biodiversity Support Program, and United States Agency for International Development, Washington, D.C., .
- Reis, R. E., S. O. Kullander, and C. J. Ferraris Jr. 2003. Check List of the Freshwater Fishes of South and Central America. Edipucrs, Porto Alegre. 729 pp.
- Udvardy, M. D. F. (1975). A classification of the biogeographical provinces of the world. IUCN Occasional Paper no. 18. Morges, Switzerland: IUCN. Diarsipkan 2011-08-11 di Wayback Machine.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]
Media terkait Neotropic di Wikimedia Commons- Map of the ecozones
- Eco-Index, a bilingual searchable reference of conservation and research projects in the Neotropics; a service of the Rainforest Alliance
- NeoTropic Diarsipkan 2016-01-11 di Wayback Machine.