Narciso Ramos
Narciso Ramos | |
|---|---|
| Menteri Luar Negeri ke-13 | |
| Masa jabatan 30 Desember 1965 – 30 November 1968 | |
| Presiden | Ferdinand Marcos |
| Duta Besar Filipina untuk Taipei | |
| Masa jabatan 1956–1965 | |
| Presiden | Ramon Magsaysay Carlos P. Garcia Diosdado Macapagal |
| Duta Besar Filipina untuk India | |
| Masa jabatan 1952–1956 | |
| Presiden | Elpidio Quirino Ramon Magsaysay |
| Menteri untuk Kedutaan Besar Filipina di Buenos Aires | |
| Masa jabatan 4 April 1949 – 1952 | |
| Presiden | Elpidio Quirino |
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Filipina dari Distrik ke-5 Pangasinan | |
| Masa jabatan 11 Juni 1945 – 16 Juli 1946 | |
Pendahulu Distrik dibentuk kembali Pengganti Cipriano Allas | |
| Anggota Majelis Nasional Filipina dari Distrik ke-5 Pangasinan | |
| Masa jabatan 5 Juni 1934 – 30 Desember 1941 | |
Pendahulu Juan Millán Pengganti Jabatan dihapuskan | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Narciso Rueca Ramos 11 November 1900 Asingan, Pangasinan, Kepulauan Filipina |
| Meninggal | 3 Februari 1986 (umur 85) Manila, Filipina |
| Makam | Manila Memorial Park, Parañaque, Filipina[1] |
| Partai politik | Liberal |
| Suami/istri | Angela Valdez
(m. 1926; kematiannya 1978)Alfonsita Lucero |
| Anak | 3, termasuk Fidel |
| Almamater | Universitas Filipina Manila (tidak bergelar) Universitas Nasional (LL.B.) |
| Pekerjaan |
|
| Dikenal karena | Jun, N.R. |
| Penghargaan | |
Narciso Rueca Ramos (11 November 1900 – 3 Februari 1986[2]) adalah seorang diplomat, mantan politikus Filipina (pernah menjadi anggota legislatif selama 5 periode),[2] mantan pengacara dan wartawan. Anaknya, Fidel Ramos, adalah juga mantan Presiden Filipina. Dari 1965 ke 1968, Narciso Ramos menjadi Menteri Luar Negeri dalam pemerintahan Ferdinand Marcos.
Dalam kapasitas sebagai Menteri Luar Negeri, ia pada 8 Agustus 1967 menghadiri pertemuan di Bangkok yang juga dihadiri oleh 4 menteri luar negeri lainnya: Adam Malik (Indonesia), S. Rajaratnam (Singapura), Tun Abdul Razak (Malaysia) dan Thanat Khoman (Thailand). Pada hari itu pulalah Narciso Ramos dan keempat menteri luar negeri lainnya menandatangani deklarasi pembentukan ASEAN. Narciso Ramos menjadi orang pertama yang memberikan sambutan dalam acara deklarasi tersebut. Ia mengatakan bahwa negosiasi yang telah dilakukan benar-benar menuntut niat baik, imajinasi, kesabaran dan saling memahami di antara kelima menteri luar negeri yang hadir.
Rujukan
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Our Heritage and the Departed: A Cemeteries Tour". Presidential Museum & Library (Philippines). Diarsipkan dari asli tanggal September 28, 2015. Diakses tanggal September 27, 2015.
- 1 2 Narciso Ramos Dies at 86; Served in Philippine Cabinet New York Times. Diakses 10 Januari 2014



