Dulaglutida
| Data klinis | |
|---|---|
| Nama dagang | Trulicity, dll[1] |
| AHFS/Drugs.com | monograph |
| MedlinePlus | a614047 |
| License data |
|
| Kategori kehamilan | |
| Rute pemberian | Subkutan |
| Kelas obat | Incretin mimetics |
| Kode ATC | |
| Status hukum | |
| Status hukum | |
| Pengenal | |
| Nomor CAS | |
| IUPHAR/BPS | |
| DrugBank | |
| UNII | |
| KEGG | |
| ChEMBL | |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Rumus | C2646H4044N704O836S18 |
| Massa molar | 59.670,63 g·mol−1 |
Dulaglutida[7] adalah obat yang digunakan untuk pengobatan diabetes melitus tipe 2 dalam kombinasi dengan diet dan olahraga.[8][9] Obat ini juga disetujui di Amerika Serikat untuk pengurangan kejadian kardiovaskular yang merugikan pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2 yang telah memiliki penyakit kardiovaskular atau beberapa faktor risiko kardiovaskular.[10]
Efek samping yang paling umum adalah mual, diare, muntah, nyeri perut, dan penurunan nafsu makan.[7]
Dulaglutida adalah agonis reseptor peptida-1 mirip glukagon (agonis GLP-1) yang terdiri dari GLP-1(7-37) yang terikat secara kovalen dengan fragmen Fc IgG4 manusia. GLP-1 adalah hormon yang berperan dalam menormalkan kadar glukosa darah (glikemia). Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujui penggunaan dulaglutida di Amerika Serikat pada September 2014.[7][11] Obat ini disetujui penggunaannya di Uni Eropa pada November 2014.[6]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Keamanan dan efektivitas dulaglutida dievaluasi dalam enam uji klinis yang melibatkan 3.342 subjek dengan diabetes tipe 2. Subjek yang menerima dulaglutida mengalami perbaikan dalam kontrol gula darah mereka, sebagaimana diamati melalui penurunan kadar HbA1c (hemoglobin A1c merupakan ukuran kontrol gula darah).[7]
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujui dulaglutida dengan Strategi Evaluasi dan Mitigasi Risiko (REMS), dan memberikan persetujuan Trulicity kepada Eli Lilly and Company.[7] REMS terdiri dari sejumlah langkah yang akan diambil Eli Lilly untuk menyadarkan dokter akan risiko pankreatitis dan potensi risiko karsinoma tiroid meduler yang terkait dengan obat ini.[12]
Pada tahun 2020 FDA menyetujui dua dosis obat yang lebih tinggi yakni 3,0 mg dan 4,5 mg; berdasarkan hasil uji coba AWARD-11 yang menunjukkan peningkatan penurunan glukosa dan manfaat berat badan.[13]
Kegunaan medis
[sunting | sunting sumber]Senyawa ini diindikasikan untuk orang dewasa dengan diabetes tipe 2 sebagai tambahan untuk diet dan olahraga guna meningkatkan kontrol glikemik. Dulaglutida tidak diindikasikan dalam pengobatan subjek dengan diabetes melitus tipe 1 atau pasien dengan ketoasidosis diabetik, karena masalah ini merupakan akibat dari sel-sel islet yang tidak dapat memproduksi insulin dan salah satu tindakan dulaglutida adalah untuk merangsang sel-sel islet yang berfungsi untuk memproduksi lebih banyak insulin. Dulaglutida dapat digunakan baik secara tunggal maupun dalam kombinasi dengan obat-obatan lain untuk diabetes tipe 2, khususnya metformin, sulfonilurea, tiazolidindion, dan insulin yang dikonsumsi bersamaan dengan makanan.[14]
Program uji klinis fase 3 obat ini menunjukkan penurunan hemoglobin A1c sekitar 1% dengan dosis obat 0,75 mg dan 1,5 mg; bersama dengan penurunan berat badan rata-rata sekitar 5 pon. Dosis yang lebih tinggi yaitu 3 mg dan 4,5 mg; yang disetujui pada tahun 2020 menunjukkan penurunan hemoglobin A1c mendekati 1,5% dan penurunan berat badan yang sedikit lebih banyak.[11]
Metaanalisis tahun 2017 tidak mendukung dugaan bahwa pengobatan dengan agonis GLP-1 atau penghambat dipeptidil peptidase-4 meningkatkan mortalitas semua penyebab pada penderita diabetes tipe 2.[15]
Efek samping
[sunting | sunting sumber]Efek samping yang paling umum termasuk gangguan pencernaan seperti dispepsia, nafsu makan menurun, mual, muntah, nyeri perut, dan diare.[16] Beberapa pasien mungkin mengalami reaksi merugikan yang serius seperti pankreatitis akut (gejalanya termasuk nyeri perut parah yang terus-menerus, terkadang menjalar ke punggung dan disertai muntah), hipoglikemia, gangguan ginjal (yang terkadang memerlukan hemodialisis). Risiko hipoglikemia meningkat jika obat ini digunakan dalam kombinasi dengan sulfonilurea atau insulin.[17][18] Ada juga potensi risiko karsinoma tiroid meduler yang terkait dengan penggunaan obat ini.[12]
Kontraindikasi
[sunting | sunting sumber]Orang dengan riwayat pribadi atau keluarga kanker tiroid meduler (MTC), atau terkena neoplasia endokrin multipel tipe 2 tidak boleh mengonsumsi dulaglutida, karena dapat meningkatkan risiko kanker ini.[19][7]
Mekanisme kerja
[sunting | sunting sumber]Dulaglutida berikatan dengan reseptor peptida mirip glukagon 1, memperlambat pengosongan lambung dan meningkatkan sekresi insulin oleh sel beta pankreas. Pada saat yang sama, senyawa ini mengurangi peningkatan sekresi glukagon dengan menghambat sel alfa pankreas, karena glukagon diketahui meningkat secara tidak tepat pada pasien diabetes melitus. GLP-1 biasanya disekresikan oleh sel L mukosa gastrointestinal sebagai respons terhadap makanan.[20]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Dulaglutide international". Drugs.com. 3 January 2020. Diakses tanggal 4 February 2020.
- ↑ "Dulaglutide (Trulicity) Use During Pregnancy". Drugs.com. 15 July 2019. Diakses tanggal 4 February 2020.
- ↑ "Prescription medicines: registration of new chemical entities in Australia, 2015". Therapeutic Goods Administration (TGA). 21 June 2022. Diakses tanggal 10 April 2023.
- ↑ "Health Canada New Drug Authorizations: 2015 Highlights". Health Canada. 4 May 2016. Diakses tanggal 7 April 2024.
- ↑ "Trulicity- dulaglutide injection, solution". DailyMed. 3 January 2024. Diakses tanggal 26 August 2024.
- 1 2 "Trulicity EPAR". European Medicines Agency (EMA). 17 September 2018. Diakses tanggal 23 February 2020.
- 1 2 3 4 5 6 "FDA approves Trulicity to treat type 2 diabetes" (Press release). U.S. Food and Drug Administration (FDA). 18 September 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 20 April 2016. Diakses tanggal 4 February 2020.
Artikel ini memuat teks dari sumber tersebut, yang berada dalam ranah publik. - ↑ Tibble CA, Cavaiola TS, Henry RR (May 2013). "Longer acting GLP-1 receptor agonists and the potential for improved cardiovascular outcomes: a review of current literature". Expert Review of Endocrinology & Metabolism. 8 (3): 247–259. doi:10.1586/eem.13.20. PMID 30780817. S2CID 73313508.
- ↑ "Lilly's Once-Weekly Dulaglutide Shows Non-Inferiority to Liraglutide in Head-to-Head Phase III Trial for Type 2 Diabetes" (Press release). Eli Lilly. 25 February 2014.
- ↑ "Trulicity (dulaglutide) is the first and only type 2 diabetes medicine approved to reduce cardiovascular events in adults with and without established cardiovascular disease". Eli Lilly and Company (Press release). 21 February 2020. Diakses tanggal 23 February 2020.
- 1 2 "Drug Approval Package: Trulicity (dulaglutide) NDA #125469". U.S. Food and Drug Administration (FDA). 27 October 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2 July 2015. Diakses tanggal 4 February 2020.
- 1 2 "Risk Evaluation and Mitigation Strategy (REMS)". United States Food and Drug Administration. September 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 5 March 2021. Diakses tanggal 24 March 2020.
- ↑ Frias JP, Bonora E, Nevarez Ruiz L, Li YG, Yu Z, Milicevic Z, et al. (March 2021). "Efficacy and Safety of Dulaglutide 3.0 mg and 4.5 mg Versus Dulaglutide 1.5 mg in Metformin-Treated Patients With Type 2 Diabetes in a Randomized Controlled Trial (AWARD-11)". Diabetes Care. 44 (3): 765–773. doi:10.2337/dc20-1473. PMC 7896253. PMID 33397768.
- ↑ Terauchi Y, Satoi Y, Takeuchi M, Imaoka T (July 2014). "Monotherapy with the once weekly GLP-1 receptor agonist dulaglutide for 12 weeks in Japanese patients with type 2 diabetes: dose-dependent effects on glycaemic control in a randomised, double-blind, placebo-controlled study". Endocrine Journal. 61 (10): 949–959. doi:10.1507/endocrj.ej14-0147. PMID 25029955.
- ↑ Liu J, Li L, Deng K, Xu C, Busse JW, Vandvik PO, et al. (June 2017). "Incretin based treatments and mortality in patients with type 2 diabetes: systematic review and meta-analysis". BMJ. 357 j2499. doi:10.1136/bmj.j2499. PMC 5463186. PMID 28596247.
- ↑ Nauck M, Weinstock RS, Umpierrez GE, Guerci B, Skrivanek Z, Milicevic Z (August 2014). "Efficacy and safety of dulaglutide versus sitagliptin after 52 weeks in type 2 diabetes in a randomized controlled trial (AWARD-5)". Diabetes Care. 37 (8): 2149–2158. doi:10.2337/dc13-2761. PMC 4113177. PMID 24742660.
- ↑ Amblee A (April 2014). "Dulaglutide for the treatment of type 2 diabetes". Drugs of Today. 50 (4): 277–289. doi:10.1358/dot.2014.50.4.2132740. PMID 24918645.
- ↑ Monami M, Dicembrini I, Nardini C, Fiordelli I, Mannucci E (February 2014). "Glucagon-like peptide-1 receptor agonists and pancreatitis: a meta-analysis of randomized clinical trials". Diabetes Research and Clinical Practice. 103 (2): 269–275. doi:10.1016/j.diabres.2014.01.010. PMID 24485345. S2CID 33922845.
- ↑ Samson SL, Garber A (April 2013). "GLP-1R agonist therapy for diabetes: benefits and potential risks". Current Opinion in Endocrinology, Diabetes, and Obesity. 20 (2): 87–97. doi:10.1097/MED.0b013e32835edb32. PMID 23403741. S2CID 6933973.
- ↑ Nadkarni P, Chepurny OG, Holz GG (2014). "Regulation of glucose homeostasis by GLP-1". Progress in Molecular Biology and Translational Science. 121: 23–65. doi:10.1016/B978-0-12-800101-1.00002-8. ISBN 978-0-12-800101-1. PMC 4159612. PMID 24373234.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Scott LJ (February 2020). "Dulaglutide: A Review in Type 2 Diabetes". Drugs. 80 (2): 197–208. doi:10.1007/s40265-020-01260-9. PMID 32002850. S2CID 210954338.
- Edwards KL, Minze MG (2015). "Dulaglutide: an evidence-based review of its potential in the treatment of type 2 diabetes". Core Evidence. 10: 11–21. doi:10.2147/CE.S55944. PMC 4295897. PMID 25657615.
- Romera I, Cebrián-Cuenca A, Álvarez-Guisasola F, Gomez-Peralta F, Reviriego J (February 2019). "A Review of Practical Issues on the Use of Glucagon-Like Peptide-1 Receptor Agonists for the Management of Type 2 Diabetes". Diabetes Therapy. 10 (1): 5–19. doi:10.1007/s13300-018-0535-9. PMC 6349277. PMID 30506340.